Welcome

Tampilkan postingan dengan label Buffy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buffy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Jatuh Cinta vs Bangun Cinta


Semua dari kita pasti pernah mengalami jatuh cinta, tapi tak banyak yang mampu bangun cinta bersama. Pepatah mengatakan:
“Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang”.
Meski tak mudah bagiku untuk jatuh cinta, tapi aku juga pernah mengalaminya.
Hmm... sempat juga dijahilin teman dengan mengatakan “cieee....berarti pernah jatuh cinta donk!”, dan sekenanya ku jawab, “Jatuh cinta? yaah...untungnya belum sempat bangun cinta!” @_@
Saat aku benar-benar serius ingin memulainya, meluruskan niat menyempurnakan ikhtiar....ternyata bukan itu jawaban dari Allah SWT. Tapi aku tetap yakin, bahwa Allah telah menyiapkan yang jauh lebih baik dari itu. Dan aku terus menanti rencana indah yang telah Allah tetapkan untukku.
Segala sesuatu hanya terjadi atas kehendak-Nya dan seizin-Nya, jika waktu itu telah ditetapkan, tak ada suatu apapun yang mampu menghalangi atau mempercepat walau hanya sedetik. Titik!!! ^______^ *Buffy*

Senin, 20 Februari 2012

" Luruskan Niat "




Menikah adalah ibadah
Sebuah ibadah bisa diterima atau tidak tergantung niat dan cara pelaksanaannya
Maka pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang
Melainkan awal dari perjalanan hidup yang melelahkan

Niat bisa berubah seiring berjalannya prose, bisa ditengah, ataupun diakhir proses
Menikah adalah separuh dien
Jika baik, ia adalah jalan menuju surga
Tetapi jika buruk, ia adalah separuh jalan menuju neraka
Naudzubillaahi mindzaalik...

Nikah bukanlah pesta pora, bukanlah prestasi,
Bukanlah sebuah kemenangan dan bukan pula sesuatu yang harus dipamerkan
Jadi jagalah sikap kita!
Ketika kita menikah, amanah kita bertambah,
Maka hisab kita diakhirat kelak akansemakin panjang
Bagaimanakah sikap kita terhadap pasangan kita?
Mertua kita? Anak-anak kita? Adik kakak ipar kita? De el el...

Maka luruskan niat menikah karena-Nya
InsyaAllah barokah
“Jika kita mencintai Allah, maka kita akan memiliki segalanya’

[Filzah Aulia Mahabbah]
FunPage Muslimah Sholehah (Shared Jumat, 17 Feb 2012)



Senin, 10 Oktober 2011

Everythings about LOVE



Cinta itu..
Ketika ku sendiri, ia slalu menemani
Ketika ku marah, ia slalu menyayangiku
Ketika ku sakiti, ia slalu berusaha memberikan yang terbaik untukku
Bahkan ketika ku berpaling kepada cinta yang lain,
 Ia slalu memberikan kasih sayangnya padaku
Karena ia adalah cinta itu sendiri
That’s about l.o.v.e



Kamis, 18 Agustus 2011

Ilmu Jitu Dapatkan Cinta

Saya tidak sengaja menemukan tulisan ini di situs FIMELA.com yang ditulis oleh Nastassya Saputra pada Kamis, 11 Agustus 2011. Judulnya cukup ekstrim sehingga saya memprediksi isinya pun akan menarik sebagai pembelajaran, 'kan salah satu cara mendapatkan ilmu ya dari pengalaman yang dialami orang lain.
Berikut ini isi artikel tersebut saya kutip, semoga bermanfaat. ^^

******************************************************************************

Saya percaya akan hukum alam. Ada sebab akibat, ada tabur tuai, ada karma. Apapun yang  kita lakukan pasti akan punya dampak, dan percaya atau tidak dampak itu akan kembali kepada kita. Karena itu apabila kita memberikan uang kepada yang membutuhkan, maka rejeki kita pun akan ditambahkan. Apabila kita suka menolong yang membutuhkan, maka kita pun akan menerima tangan pertolongan saat membutuhkan. Dan apabila kita membagikan cinta kepada sekeliling kita, kita pun akan memiliki hidup yang penuh cinta.

Ada sebuah kisah real story, yang menggambarkan konsep ini dengan baik. Diceritakan bagaimana seorang perempuan merasa kesepian tanpa seorang pasangan di umurnya sudah tidak muda lagi. Ia merasakan kekosongan dan kesendirian. Teman-temannya kemudian berusaha membantu dengan mengenalkan dia kepada teman laki-laki mereka, menyuruhnya lebih aktif ikut kegiatan dan acara, pergi ke club, dan sebagainya dengan harapan agar ia kemudian menemukan 'jodohnya'. Tetapi, none of these worked.

Akhirnya, satu hari seorang teman mengusulkan agar ia melakukan sebuah pelayanan kegiatan sosial untuk mengisi waktunya. Ia pun memulai pelayanan sosial di sebuah panti jompo sampai akhirnya sebuah 'tindakan cinta' ini membuat ia 'jatuh cinta'. Waktu yang ia habiskan di sana membuatnya membuka hatinya kepada bentuk cinta yang lain. Bukan cinta antara pria dan wanita. Tetapi cinta akan kemanusiaan. Dan bukan hanya itu, pengalamannya di panti jompo tersebut membuat ia merasa bahagia, damai dan “penuh” dalam hidupnya.
 Cinta dan kebahagiaan yang terpancar dari dirinya ini lantas merubah kehidupannya. Ia bukan lagi seorang perempuan yang gloomy atau lonely. Ia adalah seorang yang happy, content with her life. Seperti sebuah magnet, kemudian cinta yang sebelumnya ia cari datang dalam sosok seorang pasangan hidup.

Saya pribadi pun mengalami sebuah pengalaman yang mungkin sedikit mirip dengan kisah di atas. Sebelum saya bertemu dengan pasangan saya sekarang, saya sempat tidak berpacaran selama 6 tahun terakhir. Semua teman saya sampai tidak habis pikir kenapa saya tidak juga berpacaran. Ibu saya pun sering mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan menyarankan agar saya lebih membuka hati. Walaupun tidak jarang saya merasa kesepian, terutama di malam minggu atau hari Valentine, saya tidak mau settle for less.

Terkadang saya merasa frustrasi karena tidak juga menemukan pasangan yang saya anggap pas dan sepadan untuk saya. Sampai akhirnya, saya mulai tidak memikirkan masalah cinta dan menaruh fokus hidup saya pada kehidupan. Apa yang saya ingin lakukan dengan hidup saya, goal-goal ke depan tidak hanya dalam hal karir tapi juga hubungan dengan keluarga, teman, dan sebagainya.

Satu hari, saya bersama dengan teman-teman dekat pergi untuk melakukan kegiatan sosial di sebuah panti jompo  yang jauhnya sekitar 2 jam perjalanan dari Jakarta. Ternyata salah satu teman dekat mengajak teman-temannya yang lain untuk ikutan.

Di panti jompo tersebut, saat saya sedang menemani seorang nenek tua berumur 80 tahun, salah seorang dari yang ikut dalam pelayanan tersebut datang menghampiri. Ia adalah a friend of my friend that I've just met there. Dari hasil ngobrol-ngobrol ternyata dia dulu kuliah di Melbourne, sama seperti saya. Ternyata dia pergi ke sebuah tempat ibadah yang sama dengan saya, dan kesamaan-kesamaan lain yang lucu untuk diceritakan. The rest, is history. I found my guy.

Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan pentingnya sebuah mindset untuk memberi. Baik itu memberi bantuan, memberi sedekah, atau memberi cinta. Dan yang terpenting bukanlah mengenai apakah kamu akan menemukan sebuah cinta yang romantis setelah melakukan an act of giving love. Tetapi, sewaktu kita melakukan tindakan cinta baik itu terhadap keluarga, teman, orang-orang yang membutuhkan, atau kepada Tuhan, hati kita akan penuh dengan cinta. Sehingga, hidup kita pun akan berubah menjadi hidup yang penuh cinta dan kebahagiaan. Hidup yang lebih bermakna.

Bagaimana pendapat kamu? Apakah kamu punya pengalaman yang bisa dibagikan di sini?

******************************************************************************

Ya Rabb...
Permudahlah jalan hamba menjemput jodoh
Yang telah Engkau tulis di Lauhmahfudz
Amiinn ya Rabb.. @.@

Minggu, 19 Juni 2011

Cinta Ibarat Kupu-kupu

Cinta ibarat kupu-kupu
Makin kau kejar, makin ia menghindar
Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya..

Cinta bisa membahagiakanmu, tapi sering pula ia menyakiti 
Tapi cinta itu hanya istimewa, apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerimanya..

Jadi
Tenang-tenang saja 
Jangan terburu-buru 
Hingga kau bisa memilih yang terbaik..




Dikutip dari : [cerita.acha.com]