Welcome

Senin, 20 Februari 2012

" Luruskan Niat "




Menikah adalah ibadah
Sebuah ibadah bisa diterima atau tidak tergantung niat dan cara pelaksanaannya
Maka pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang
Melainkan awal dari perjalanan hidup yang melelahkan

Niat bisa berubah seiring berjalannya prose, bisa ditengah, ataupun diakhir proses
Menikah adalah separuh dien
Jika baik, ia adalah jalan menuju surga
Tetapi jika buruk, ia adalah separuh jalan menuju neraka
Naudzubillaahi mindzaalik...

Nikah bukanlah pesta pora, bukanlah prestasi,
Bukanlah sebuah kemenangan dan bukan pula sesuatu yang harus dipamerkan
Jadi jagalah sikap kita!
Ketika kita menikah, amanah kita bertambah,
Maka hisab kita diakhirat kelak akansemakin panjang
Bagaimanakah sikap kita terhadap pasangan kita?
Mertua kita? Anak-anak kita? Adik kakak ipar kita? De el el...

Maka luruskan niat menikah karena-Nya
InsyaAllah barokah
“Jika kita mencintai Allah, maka kita akan memiliki segalanya’

[Filzah Aulia Mahabbah]
FunPage Muslimah Sholehah (Shared Jumat, 17 Feb 2012)



Jumat, 17 Februari 2012

Ikhtiarku Menuju Ridho-Mu


Sesungguhnya sangat ingin aku setia hanya pada satu jiwa
Meski sebenarnya semua tak bisa direka-reka
Karena aku pun tak tahu rencana Rabb ku
Setidaknya aku niatkan ini adalah ikhtiarku mencari keridhoan-Nya
Menjemput karunia yang telah dijanjikan-Nya
Menggenapkan separuh dien bersama jiwa pilihan-Nya
Aku tahu kau tak bisa menjanjikan apapun karena kau pun tak tahu
Apa yang menjadi rencana Rabb diluar kuasamu, juga diriku
Kita hanya menjalani skenario yang telah ditentukan
Tak ada sesuatu yang dapat menunda ataupun menyegerakannya
Jalani saja apa  adanya
Layaknya dedaunan yang berayun mengikuti hembusan angin
Semoga takkan ada kepedihan menghampiri kita
Semoga selalu ridho atas semua ketentuan-Nya
Amiin...

Selasa, 15 November 2011

KampusBiru Garut

Kampus Biru Garut,, lebih tepatnya mungkin 'Kampus Nusantara'... yahh kusebut demikian karena isinya yang terdiri dari orang-orang di seluruh nusantara, dari Aceh sampai Papua *Hmm...membayangkan wajah para penghuni asrama*

Tanggal 16 Oktober 2011, tibalah kami di Kota Metropolitan itu, untuk yang pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tanah ini, di pulau ini, dan khususnya di kota ini. Senang? Tentu saja, dan yang paling mengesankan bagiku adalah bahwa ini merupakan penerbangan pertamaku... *Hhhhh...kata bang Roma 'sungguh ter-la-lu' :p

Tepat Pukul 14.30 WIB kami diantar dengan bus raksasa menuju The Sweatest City, Garut! Yeahh... Garut kota dodol & coklat *baru tau juga sih!* Heheh.. Pukul 19.00 WIB kami tiba di kota dodol ini, dan hal yang serupa juga terjadi, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kota ini. Kesan pertama yang muncul adalah "bbbrrrrrrr....dingin bo! Awalnya kukira itu udara malam saja, karena memang sudah malam sewaktu kami tiba. Ehhh...ternyata dingin terus menyeruak siang sampai malam hari (sepanajang hari, red).

Well...kembali ke alur, dari sini cerita dimulai, pertemuan, perkenalan, persaudaraan, persahabatan, dan percintaan pun mulai mewarai hari-hari di kampus nusantara ini. Semenjak kedatangan kami Balai Diklat ini seperti mendapat kehidupan baru, mulai terdengar hiruk-pikuk keramaian suasana se-Indonesia. Seiring perjalanan waktu suasana semakin mencair, melebur, dan kembali menguat menjadi jalinan ikatan persaudaraan dan persahabatan yang khas ala nusantara.


Bersama para Widyaiswara yang gokil (Aa Yayat), kocak (...lupa namanya, itu tuh yang kepalanya botak..hehe), semangat (Bu Lenny), nini-nini geulis (Nini Yeyet), serta siswa Pepep dan siswa Suhendar...Ehh..ada satu lagi WI yang kalem banget & kalo ngajar bikin adem buat bobo, tapi materinya yang paling aku suka, Sistem Kepegawaian Negara, soalnya  berkaitan dengan naik pangkat, naik gaji, cuti, mutasi, de el el.. hehehehee ^__^

Saatnya masuk ke ruang kamar, hmmm...tak sanggup aku mengobrak-abrik seisi kamar ini, kamar yang lebih tepat dibilang kelas ke-2 bagi kami para penghuninya. Aku sendiri juga sempat heran dengan keadaan ini, meski padat dengan penghuni 9 orang, tapi kami tetap saja menggemari kamar ini, sampai-sampai selalu enggan untuk keluar kamar kalau tidak penting atau karena hal yang mendesak saja. Ada seorang teman yang mengatakan 'kalau keluar untuk makan itu bukan hal yang WAJIB, maka mungkin kita pun tak akan keluar untuk makan', hahahaa... sungguh aneh kamar ini, seperti ada magnet penarik, terutama di tempat tidur itu, yang membuat kami semua menjadi PELOR, 'begitu nempel kasur, langsung molor'.. wkakakakkk *parahhh banget kan!! :D


 Baiklah...kita mulai dari paling ujung dan pojokan, Mba Rahma, si calon emak-emak yang gaul (doi gak mau dibilang emak-emak) hihihiii... terus Mba Dwi..ini nih si biangnya 'pelor', kerjanya dikamar antara tidur, belajar, n telponan dan kalau lagi telponan bisa lupa waktu nih orang, meski seisi kamar sudah heboh teteup gak ngaruh buat dia,, hahaha
Lanjut ke kasur sebelah, tante Ninis, si sopir angkot yang seksi, lincah, dan suaranya itu lho...sukaaaa banget!! *kok kayak nge-fans yaa.. haaa... Next si medok Nitya, yang suka diam-diam keluar kamar untuk 'ketemuan'..hehee *piiissssh yah Nit* :)) Selanjutnya kasurku, terus yang di sudut, paling rawan karena dekat pintu, Liza, sohibku, senasib sepenanggungan, wong kito galo..hehehe
Beralih ke kasur depan, mulai dari Teteh Wiena, yang ternyata punya 'secret admiror', hiiihi... terus Wienda, yang sukaaa banget sama yang namanya 'ketawa', meski gak terlalu lucu, tapi doi teteup aja ke-ta-wa!! ^____^  dan yang terakhir Butet Lea, paling rame, paling lincah, paling lucu, gokil, n super kocak, pokoknya kalau gak ada doi kamar serasa sepiii banget,, Mmmmhh...kangen kalian semua temans.. (*_*)


Itu baru sekilas cerita dari kamar D, masih ada 3 kamar lagi lho! yang sepertinya tak kalah aneh, atau mungkin malah lebih aneh... hahahaa




Biarkan semua kenangan kebersamaan kita di Garut ini mewarnai lembar kehidupan kita temans, meski sangat singkat kuharap akan selalu melekat menjadi pemersatu jiwa kita.
Sampai ketemu lagi di lain kesempatan kawan, selamat kembali melanjutkan perjuangan di tanah kalian masing-masng, semoga kelak kita dipertemukan lagi dalam keadaan yang lebih baik... (For example: Diklat Pim4, Pim3, Pim2, n Pim1.. *hehehee)
Amiiin...

-always miss u-